metamorfosa kehidupan

menghayati setiap perubahan dalam hidup

Cinta Sejati….. (part 1)

Apa arti cinta sejati? mungkin penafsiran setiap orang mengenai makna cinta sejati bisa sangat beragam. Tapi cinta sejati baru bisa dirasakan melalui perbuatan nyata, bukan kata2 apalagi harta benda.

Kisah dibawah ini adalah kisah nyata dari orang2 terdekat saya. Saya merasa beruntung karena dikelilingi oleh orang yang yang penuh cinta kasih.

Suatu hari, ketika seorang anak sedang dirawat karena kecelakaan, sang ibu menemani dengan sabar. menyuapi, memandikan, dan bahkan membersihkan kotorannya ketika buang air, dan karena menemani anaknya tersebut ia harus tinggal jauh dari suaminya. Walaupun pada akhir minggu anak2nya yang lain dan suaminya terkadang menjenguk.

Setiap hari di lalui oleh wanita tersebut dengan rasa rindu kepada suaminya. Setiap mau makan, dia selalu berpikir “apa suami saya sudah ada yg menyiapkan makan?” setiap pagi dia juga selalu teringat suaminya “apa anaknya ingat untuk membuatkan kopi untuk suaminya?”. Ternyata itu semua karena selama lebih dari 50 tahun perkawinan, ia tidak pernah tinggal berjauhan dari suaminya untuk waktu yang lama.

Hari minggu suami dan anak2nya datang. Ia sangat senang menyambut mereka. Di siapkan segala sesuatu untuk menjamu mereka. Sampai tiba waktunya untuk kembali pulang. Satu-persatu tamu yang datang bersalaman dengan anak yg sedang sakit dan wanita itu. Saat sang suami ingin berpamitan untuk pulang, sangat terlihat kemesraan diantara keduanya. Air mata hampir menetes di pipi wanita itu, namun dia menahannya karena tak ingin membuat suaminya sedih. Namun tak disangka, suaminya lah yang meneteskan air mata, dengan sigap wanita itu mengusap setetes air dari pipi suaminya.

Setelah semua tamu pulang, wanita itu menceritakan bahwa, selama ia pergi, suaminya pun tak pernah lupa dengan dirinya. Setiap kali suaminya makan juga selalu teringat istrinya dan bertanya dalam hati apa istrinya sudah makan. Padahal wanita itu tidak pernah menceritakan apa yang ia rasakan kepada suaminya.

Ssya yang melihat dan mendengar langsung kisah ini dari wanita tersebut yang tak lain adalah nenek saya menjadi terkesima. Saya akhirnya bertanya dalam hati, apakah saya bisa mendapatkan pasangan yang bisa mencintai saya seperti kakek mencintai nenek. Cinta yang tak lekang oleh waktu…

September 10, 2008 Posted by anggi160186 | metamorfosa kehidupan | | No Comments Yet

Nasihat Terbaik

Kamis, 4 September 2008

Seperti biasanya aku pulang kantor naik bis kopaja P20. Hari itu memang agak lama nunggu bis tersebut dan hasilnya memang bis itu agak penuh. Bis berjalan agak pelan karena kondisi jalan yang macet. Setelah sampai di daerah warung buncit, jalanan sedikit kosong dan bis mulai kebut-kebutan untuk menghindari 2 bis saingannya di belakang.

Tiba-tiba bis yang aku tumpangi menabrak sebuah mobil pribadi jenis karimun. Mobil tersebut hilang kendali dan banting stir ke kiri, tak disangka ternyata mobil karimun tersebut menabrak seorang pengendara motor. Pengendara motor tersebut jatuh dari motornya dan terseret masuk ke kolong mobil itu. Untungnya pengemudi motor tersebut tidak tergilas roda mobil. Setelah Keluar dari bawah mobil terlihat bahwa pengemudi motor itu adalah seorang wanita, ia menderita luka di kepalanya, banyak darah yang keluar dari bagian kepala.

Wanita tersebut langsung di bawa ke rumah sakit menggunakan mobil yang menabraknya itu, dan kenek bis pun ikut dalam mobil itu. Bis yang menabrak pun parkir di pinggir jalan karena sopirnya sedang di wawancara dengan seorang polisi.

Aku sangat kaget dan menjadi gemetar melihat kejadian itu. Kembali terbayang saat kecelakaan motor yang di alami ayahku November tahun lalu. Aku melanjutkan perjalanan pulang dengan hati yang tak lepas dari dzikir dan doa mohon ampun pada Alloh SWT.

Sesampainya di rumah aku menceritakan hal ini kepada ayahku. Kemudian beliau memberi nasihat, beliau bertanya “apa nasihat yang terbaik untuk manusia?”

Kemudian beliau berkata, nasihat yang terbaik adalah mengingat atau melihat kematian. Kematian adalah hal yang pasti akan dialami setiap orang. Hal yang memutus semua kenikmatan di dunia. Kematian adalah penentu bagi setiap orang akan masuk ke syurga atau neraka.

Ingat mati merupakan salah satu obat dari penyakit hati manusia, khususnya penyakit cinta dunia. Dan orang yang sering mengingat mati, akan berusaha mempersiapkan bekal yang terbaik yang bisa di bawa menamui Tuhannya. Ia akan selalu waspada dan hati-hati dengan setiap perbuatannya karena kita tak pernah tahu kapan maut menjemput kita.

Jadi teringat sebuah email yang saya terima. Ini cuplikan emailnya

Pesankan saya tempat di neraka !!! PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Juli 2004
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar
mengisahkannya. ..
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.
Terutama bagi muslimah, untuk tetap
mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan
panas tak lantas menjadikannya menggadaikan
akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan
menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa
dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang,
Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada
seorang perempuan muda berpakaian kurang layak
untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung
kursi dekat pintu keluar.

Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu
mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan
sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak
setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya
mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa
mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi
dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga
melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia
mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa
privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya
adalah hak prerogatif seseorang.

Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong
pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
Sebuah respon yang sangat frontal.
Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus
menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening.
Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap
dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda
itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung
tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk
turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan
muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia
berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!”
begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda
tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui
ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus
beristighfar, menggumamkan kalimat Allah
sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk
disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan
menantang Tuhan. Seandainya tiap orang
mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa
berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan
Tuhannya dalam keadaan yang buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan
Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih
terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang
dekat denganNYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera
sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada.

September 7, 2008 Posted by anggi160186 | Uncategorized | | No Comments Yet

Ujian Kesabaran di bulan Ramadhan

Beberapa hari sebelum puasa ada edaran dari RS yang menyatakan karyawan RS selama bulan Ramadhan pulang jam 3.00 [wah senengnya :) ] dengan rata2 perjalanan pulang 1.5jam berarti gak akan buka puasa di jalan…

Ternyata eh ternyata, kenyataan yang ada tak seindah yang dibayangkan. Ramadhan memang datang membawa sejuta kebahagiaan. Tapi tidak dengan suasana kantor. Di kantor, dengan mayoritas dokter yang non muslim, menjadikan suasana tidak kondusif untuk beribadah.

Mereka tetap saja meminta kpd penanggungjawab kantor untuk menyiapkan makan siang untuk mereka. dan tiap harinya mereka makan di ruang makan yang berada di tengah ruang kerja dan ruang depan (untuk keluar masuk). jadi kalo aku mau keluar ya harus melewati mereka yang sedang makan itu. bahkan mereka ketika sedang makan, memenggil aku untuk membicarakan kerjaan (padahal jam istirahat, dan aku mau sholat)

di tambah mereka dengan enaknya ngobrol berlama-lama sampai jam 3 lewat, yang seharusnya sudah jam pulang karyawan (kan kasihan pegawai adm dan OB yang masih harus stay sampai dokter semua pulang)

Dua hari berturut-turut aku jadi pulang jam 3.50 dan blum sholat ashar. setelah sholat ashar, aku pulang dengan kondisi jalan yang sudah macet karena sudah jam 4.10 dan akhirnya sampai di rumah jam 5.40 dan satu hari lagi jam 6.10 (terpaksa buka di jalan) . Karena ada beberapa dokter yg sedang sekolah di FK UI (tuk jadi konsultan) mereka pada dateng ke kantor siang, bahkan sore. Mereka dengan seenaknya kasih kerjaan jam2an. dan harus diselesaikan hari itu juga.

Yah, aku cuma bisa ngelus dada dan bersabar, mengangap semua itu ujian kesabaran dalam bulan Ramadhan. Tetapi sebenarnya kemarin aku dan berani untuk bilang, “maaf dok sudah hampir jam 4, saya mau sholat ashar dan pulang karena khawatir buka di jalan” eh ternyata beneran buka dijalan (jakarta muacet banget bo’

Semoga Alloh menjadikan tiap peluh yang aku keluarkdalam berusaha mencari rizqi yang halal bisa menambah timbangan amal baik di yaumul akhir kelak, amin…

September 4, 2008 Posted by anggi160186 | Uncategorized | | 1 Comment

Insyaallah bisa ke Aceh…

20 agustus2008 lalu ada lowongan untuk program percepatan pembangunan desa tertinggal di Aceh sampai tahun 2010. Posisinya untuk Konsultan (kesehatan) Manajemen Kabupaten dan Propinsi.

Entah kenapa tiba-tiba ada perasaan dalam hati ini yang mengatakan aku harus mencoba melamar pada lowongan tersebut. Akhirnya hari itu juga saya mengirimkan CV ke alamat email yang dituju plus menanyakan job desk lebih rinci. Email aku langsung di balas dengan ucapan terima kasih dan pernyataan semoga bisa bergabung serta rincian job desk yang aku minta.

Setelah sampai di rumah aku cerita tentang lowongan ini pada kedua ortu, reaksi mama dan ayah agak berbeda. Mama agak kurang setuju, karena terlalu jauh. Tetapi tak disangka, ayah malah setuju. Ayah bilang “kalau kita merasa yakin dengan sesuatu maka harus dijalanin, karena keyakinan dalam hati itu datangnya dari Allah juga, dan Allah pasti tahu yang terbaik untuk kita. Lagipula dalam hidup harus selalui siap ‘naik kelas’ (menjadi lebih baik) dan siap dengan segala tantangan”

Dengan semangat yang di berikan ayah, aku menjadi tambah yakin untuk pergi ke Aceh. Karena di sana aku bisa lebih mengaktualisasikan diri. Mempraktekkan ilmu yang didapat saat kuliah dan bisa membantu masyarakat secara langsung untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka (Insyaallah).

Aku juga kurang tahu siapa yang berwenang memilih orang yang diterima untuk posisi itu, dan apa saja proses yang harus aku lalui untuk bisa di terima, tapi aku tahu akan ada pengumuman hasilnya pada bulan oktober.

Dan selama bulan Ramadhan ini aku terus berdoa agar aku bisa di beri kesempatan terlibat dalam program ini. Dan aku juga meminta teman2 untuk mendoakan yang sama. Karena ada saat2 doa kita di kabulkan oleh Allah, dan semakin  banyak yang mendoakan semakin baik, Insyallah.

Yang baca postingan ini…. doain aku ya!!!

September 4, 2008 Posted by anggi160186 | Uncategorized | | 2 Comments

Ramadhan mubarak

Bulan Ramadhan datang pada saat orang-orang beriman sangat membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Kondisi inilah yang dihadapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Bulan Suci  Ramadhan kembali datang menyambut orang-orang beriman untuk  menaiki tangga ketaqwaan dan meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, syetan dan musuh-musuh Islam sehingga mengantarkan umat Islam meraih  keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat.

Marilah kita melakukan optimalisasi ibadah Ramadhan, sebagai berikut:

1.Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Bentuk ekspresi kerinduan dan kecintaan dilakukan dengan mempersiapkan Ramadhan secara baik. Persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah,  dzikir, do’a dan lain-lain. Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang  terkait dengan ibadah Ramadhan, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.

2.Meningkatkan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu. Meningkatkan  kualitas tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an.

3.Meningkatkan  kepekaan  dan kepedulian terhadap umat Islam. Membayar  zakat, memperbanyak  infak, shadaqah dan memberi makan orang berpuasa.  Menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim dan duafa. Dan melakukan segala  bentuk ihsan yang dianjurkan Islam.

4.Mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam, khususnya dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat  tetapi menimbulkan perpecahan.

5.Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan   memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka dan membayar hutang.

6.Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud da’wah (Bulan Pendidikan dan Da’wah). Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan  sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas  ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dan lain-lain sampai terwujud  perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang  kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin  kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.

7.Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrul Jihad wal Mujahadah. Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenannya bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Perang  Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara mongol, penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Thariq bin Ziyaad, Kemerdekaan  Indonesia dan lain-lain semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

8.Mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, dari sisi ekonomi,  sosial, budaya, pemberdayaan umat dan politik. Melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar-pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam dan  memunculkan kreatifitas di bidang  seni budaya.

September 4, 2008 Posted by anggi160186 | Uncategorized | | No Comments Yet